Selamat Datang di Sekolah Kewirausahaan"

  • Bupati Kepulauan Yapen di wakili oleh Asisten 2, memberikan sambutan dalam acara Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen memberikan sambutan pada acara Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui
  • Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen beserta para undangan pada Bazaar KewirausahaanSMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua dalam memberikan sambutan Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua membuka Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua melakukan wawancara dengan TVRI pada Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengunjungi stand pada Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengunjungi stand pada Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengunjungi stand pada Bazaar Kewirausahaan SMA Negeri 1 Serui

Selamat Datang di Program Kewirausahaan
SMA Negeri 1 Serui Kabupaten Kepulauan Yapen
Provinsi Papua

Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001). Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut:
(1). Pengembangan teknologi baru (developing new technology),
(2). Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge),
(3). Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services),
(4). Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources).
Walaupun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sebenarnya karakter wirausaha juga dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi di luar wirausaha. Karakter kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan, apapun profesinya. Dengan demikian, ada enam hakikat pentingnya kewirausahaan, yaitu:
(1). Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)
(2). Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)
(3). Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
(4). Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
(5). Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
(6). Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Berdasarkan keenam pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah nilai-nilai yang membentuk karakter dan perilaku seseorang yang selalu kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya. Meredith dalam Suprojo Pusposutardjo(1999), memberikan ciri-ciri seseorang yang memiliki karakter wirausaha sebagai orang yang
(1) percaya diri,
(2) berorientasi tugas dan hasil,
(3) berani mengambil risiko,
(4) berjiwa kepemimpinan,
(5) berorientasi ke depan, dan
(6) keorisinalan.
Jadi, untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.
Tim Mata Pelajaran Psikomotorik adalah tim yang terdiri dari beberapa guru mata pelajaran yang terdapat penilaian psikomotorik (praktek), yang kami sajikan dalam link berikut : DEPAN, BAZAR KEWIRAUSAHAAN, PENDAPAT, RENCANA AKSI, GALERY BAZAR DAN KONTAK KAMI.